Senin, 05 Januari 2015

Pariwisata Indonesia menghadapi MEA 2015

Sumber: http://www.satuharapan.com/uploads/pics/news_21493_1410240251.jpg

  Di awal tahun 2015 ini gue tertarik untuk ngebahas soal Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kita semua tahu bahwa negara-negara di kawasan Asia Tenggara lebih dari satu dekade lalu melakukan kerjasama untuk membuka pasar bebas ASEAN di tahun 2015 ini, tepatnya di akhir tahun 2015. Tentunya ini merupakan kesempatan baik untuk Indonesia dalam segi peningkatan kesejahteraan ekonominya. tapi, gue ngga akan ngebahas secara keseluruhan mengenai apa itu MEA ? Secara garis besar yang gue tahu bahwa diadakannya suatu kerjasama ini untuk membantu mendorong perekonomian negara-negara di kawasan ASEAN, meningkatkan penanaman modal asing yang mau menanamkan modalnya di kawasan ASEAN, dan untuk kemudian bersaing dengan perekonomian di kawasan-kawasan lain yang sudah lebih dulu maju dibanding kawasan ASEAN sendiri. Kerjasama inilah yang kemudian dibangun agar negara-negara di kawasan ini bisa bersama-sama bangkit dan membangun perekonomian yang lebih kuat dan mampu bersaing secara global. sebelumnya juga gue minta maaf kalau apa yang coba gue bahas ini masih jauh dari inti dan makna MEA itu sendiri, gue hanya mau membahas topik ini dari  segi  pengetahuan yang gue miliki dan juga seperti layaknya orang awam yang ingin bercerita dan berpendapat anggaplah seperti itu.

  Beberapa sektor yang menunjang perekonomian dalam negeri tentunya menyambut dengan baik adanya pasar bebas di kawasana ASEAN ini, ada yang mungkin telah berbenah dengan baik untuk bersaing di pasar bebas, ada juga yang justru kurang persiapan dan menganggap bahwa persaingan di pasar bebas ini merupakan suatu ancaman. Hal ini tentunya juga akan menjadi kesempatan baik bagi para Entrepreneur untuk meningkatkan kemampuan bersaing dan pengalaman berbisnis secara global. salah satunya adalah para Entrepreneur di sektor Pariwisata. Pariwisata menjadi salah satu yang paling penting untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri, ibaratnya sektor pariwisata ini merupakan ujung tombak untuk persaingan di pasar bebas ASEAN. Kita tahu bahwa sektor Pariwisata dalam negeri kita berada di posisi keempat untuk kawasan ASEAN, masih tertinggal oleh negara Singapura, Thailand, dan Malaysia yang juga tengah gencar dalam melakukan promosi wisatanya. dilihat dari banyaknya potensi yang dimiliki seharusnya Indonesia mampu bersaing dan mampu mendominasi sektor Pariwisata di kawasan ASEAN, seharusnya.

Ketua Umum Indonesia Congress dan Convention Association (InCCA), Iqbal Allan Abdullah mengungkapkan pariwisata Indonesia berada dalam jalur yang menyedihkan dan memprihatinkan jika pemerintah tidak segera menerapkan kebijakan yang tepat. “Kami mengharapkan semua stakeholders mengawal dan mengawasi kebijakan pemerintahan baru  agar pariwisata nasional berada di tracknya,” ungkapnya, Selasa (23/12). Iqbal mencontohkan investasi di sektor pariwisata kini sebesar 70 persen dikuasai asing. Sebaliknya, pemodal lokal hanya bisa bersaing di kelas kecil hingga menengah.

 Dari pendapat yang diungkapkan Iqbal Allan Abdullah menunjukan bahwa sektor Pariwisata perlu adanya pembenahan dan perhatian khusus dari pemerintah agar fungsi dan tujuan dari Pariwisata tidak melenceng dari jalur yang seharusnya. Walaupun demikian ada beberapa pendapat yang mengungkapkan bahwa sektor Pariwisata dalam negeri dirasa memiliki persiapan yang baik dibanding dengan sektor-sektor industri lain khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja di bidang Pariwisata/Pramuwisata yang sudah tersertifikasi dengan baik melalui Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (LSU-Pariwisata).

"Dibandingkan sektor yang lain, tenaga kerja yang bergerak di sektor pariwisata dapat dikatakan lebih siap dalam menghadapi MEA 2015. Dengan berbekal kompetensi kerja dan sertifikasi, mereka siap bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain," kata Hanif di kantor Kemenaker di Jakarta, Jumat (14/11).

  Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia (BPPI) Yanti Sukamdani juga mengatakan bahwa dengan menyiapkan terlebih dulu tenaga kerja yang baik dan unggul akan menjadikan tenaga kerja di sektor Pariwisata dalam negeri mampu bersaing dan lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN. Apakah hal tersebut telah sesuai dengan kenyataan di lapangan ? entahlah, tapi yang pasti baik dari segi tenaga kerja, infrastruktur penunjang kegiatan wisata, dan daya tarik wisata yang ada di Indonesia harus bersama-sama sejalan beriringan agar bukan hanya dibeberapa sisi saja Indonesia memiliki keunggulan Pariwisata tapi juga secara keseluruhan komponennya memiliki keunggulan, yaitu keunggulan bersaing.

  Untuk menghadapi MEA 2015, Himpunan Pariwisata Indonesia (HPI) juga tidak mau kalah dalam memberikan kontribusi, yaitu dengan cara membantu mengawasi berjalannya kegiatan Pariwisata dan juga mensosialisasikan dan mengajak pramuwisata agar tersertifikasi untuk mengahadapi Era Baru Masyarakat Ekonomi Asean 2015. yaa semoga ketika pasar bebas ini berjalan Indonesia bisa menjadi bagian terpenting dan mampu mendominasi bagi terciptanya perekonomian yang baik dan bertumbuh di kawasan Asia Tenggara.

Mungkin itu sih yang mau gue sedikit bagi tentang MEA 2015 khusus untuk sektor Pariwisata yang udah sejauh mana mempersiapkan dirinya menghadapi pasar bebas ASEAN. disisi lain juga gue bangga nantinya bisa jadi bagian dari Pariwisata Indonesia, semoga pendidikan sekarang yang lagi gue tempuh ini membawa gue menjadi seseorang yang ahli di bidang Pariwisata, lebih tepatnya gue mau jadi seorang Entrepreneur di bidang Pariwisata. Semoga .....


Sumber:
 

Sabtu, 03 Januari 2015

Potensi Sektor Pariwisata di Teluk Tomini

     Indonesia dengan sumber daya alamnya yang melimpah dan tersebar di sepanjang nusantara merupakan potensi terbesar khususnya bagi sektor Kepariwisataan dalam negeri dan salah satunya adalah daerah tujuan wisata Teluk Tomini di Sulawesi Tengah.
Bahkan, Bupati Parigi Samsurizal Tombolotutu mengatakan “Kawasan wisata Teluk Tomini ini akan menjadi kawasan wisata laut terbesar dunia yang dimiliki oleh Indonesia dengan didukung oleh kekayaan alam dan budayanya”. Teluk Tomini menjadi potensi yang saat ini wajib dipertimbangkan untuk pemanfaatan dan pembangunan sektor pariwisata kawasan tersebut, baik oleh para investor maupun pemerintah Indonesia sendiri. lalu lantas apa yang menyebabkan daerah Teluk Tomini ini menjadi kawasan yang berpotensi ? dilihat dari keunggulan yang ada, Teluk Tomini merupakan salah satu Teluk terbesar dan satu-satunya yang dimiliki Indonesia dengan keanekaragaman jenis biota laut dan luas terumbu karang terbesar di seluruh dunia. Bahkan, kawasan Teluk Tomini ini dikenal sebagai “Surganya Sulawesi Tengah” oleh para wisatawan yang sempat datang berkunjung untuk menikmati keindahan alamnya. Selain itu, kawasan Teluk Tomini memiliki pengaruh penting bagi habitat terumbu karang bawah laut dunia karena letak geografis yang dihapit oleh Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Sulawesi Utara-Minahasa (dikenal sebagai heart of coral triangle), ditambah dengan posisinya yang strategis tepat berada di garis Khatulistiwa.
     Teluk Tomini juga memiliki barisan kepulauan yang berada di tengah-tengah kawasan tersebut, memiliki kesamaan dengan Kepulauan Seribu, yaitu Kepulauan Togean atau biasa dikenal dengan sebutan Togean Island oleh para wisatawan asing. Kurang lebih ada sekitar 56 Pulau dengan 1 buah gunung berapi yang masih aktif bernama gunung colo-colo.
Selain itu, Teluk Tomini masuk sebagai salah satu jajaran wisata bahari unggulan di Indonesia yang terkenal dengan habitat bawah air dan biota bawah lautnya yang indah sehingga sangat cocok untuk kegiatan menyelam bagi para pecinta selam baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan keunggulan menonjol yang dimiliki oleh Teluk Tomini ini tentunya menjadi peluang bagi sektor pariwisata Indonesia khususnya dalam meningkatkan citra kepariwisataan di mata dunia Internasional. Tinggal tergantung seberapa besar usaha yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak-pihak terkait di bidang pariwisata dalam membangunnya. Namun, dibalik keindahan alam Teluk Tomini yang luar biasa itu ada beberapa hal yang dirasa kurang saat ini yaitu dalam segi promosi, jauh berbeda jika dibandingkan dengan Bali, Raja Ampat, dan Kepulauan Seribu yang kita tahu lebih dulu eksis dan menjadi bagian terpenting dari kepariwisataan Indonesia dibandingkan dengan Teluk tomini.
     Hal itulah yang kemudian menjadi pertimbangan pemerintah akan pentinganya suatu media informasi yang baik dalam mempromosikan daerah tujuan wisata Teluk Tomini tersebut. Salah satu upaya yang kemudian dilakukan oleh pemerintah baru-baru ini adalah dengan diselenggarakannya Festival Teluk Tomini 2014. Tentunya hal tersebut merupakan upaya yang baik dari pemerintah dalam membenahi dan mengangkat citra pariwisata Teluk Tomini ke permukaan. Hal tersebut juga yang kemudian menimbulkan beberapa dampak, baik dari segi ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan sekitar Teluk Tomini khususnya bagi masyarakat setempat yang tinggal di kawasan tersebut.
     Dampak ekonomi terhadap kegiatan pariwisata di kawasan tersebut akan meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat yang tinggal, tentunya hal tersebut perlu upaya yang baik dan maksimal antara pemerintah dan masyarakat setempat untuk berkontribusi bersama membangun citra pariwisata yang unggul bukan hanya dari segi alamnya, melainkan juga dari segi infrastruktur yang menunjang kegiatan pariwisata di kawasan tersebut. Selain itu, tingkat pengangguran akan semakin menurun apabila kegiatan pariwisata di Teluk Tomini tumbuh pesat, tingkat persaingan untuk berinovasi akan semakin tumbuh dan berkembang dan kemudian hal inilah yang menjadikan masyarakat sekitar Teluk Tomini mengalami peningkatan penghasilan dan pola pikir secara global akibat kegiatan pariwisata dan dampak ekonomi tersebut.
Tapi, bisa juga berdampak buruk ekonomi di daerah Teluk Tomini karena adanya inflasi dan tingkat komoditas harga barang yang meningkat. Selain itu, dampak dari sosial-budaya di daerah tersebut akan meningkat dalam segi pelestarian budayanya, tingkat kecintaan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budayanya akan tumbuh karena untuk menunjang kegiatan  pariwisata tersebut. Namun, ada juga sisi negatif yang ditimbulkan dari kegiatan pariwisata tersebut untuk faktor sosial-budaya, yaitu adanya pengaruh budaya asing yang masuk sehingga mengakibatkan budaya setempat kawasan tersebut terkikis. Dampak lain dari kegiatan pariwisata bagi lingkungan juga memiliki nilai positif dan negatifnya. Nilai positif dari adanya kegiatan pariwisata adalah semakin diperhatikan pembangunan infrastrukturnya untuk kegiatan wisata tersebut.
Namun, nilai negatifnya juga sangat besar ditimbulkan dari kegiatan pariwisata tersebut yaitu tercemarnya kondisi alam, rusaknya tatanan ekosistem yang ada di daerah tersebut karena kegiatan pariwisata dan lain sebagainya yang bisa mengurangi nilai dari objek daerah tujuan wisata Teluk Tomini.
     Intinya, potensi luar biasa yang Indonesia miliki, yaitu salah satunya Teluk Tomini bisa semakin menambah dan menunjang kagiatan pariwisata tanah air. Kemudian diharapkan nantinya dengan potensi yang dimiliki Indonesia ini, menjadikan negara Indonesia sebagai bagian terpenting bagi kegiatan industri rekreasi dunia dari segi wisata alamnya yang melimpah.


Referensi :

Kamis, 01 Januari 2015

Tahun Baru, Harapan Baru




Selamat Tahun Baru 2015 !
Mengawali tahun ini dengan posting sedikit ocehan, itu berarti ini jadi postingan pertama di tahun ini. Udah lama gue ngga meluangkan waktu dengan menulis di blog, entah mungkin karena kebingungan dengan apa yang harus ditulis atau apapun itu, tapi yang pasti gue seneng bisa menuangkan sedikit basa-basi di blog usang ini.
kayanya gue juga udah harus serius dengan dunia kepenulisan, gue harus punya target yang jelas, harus punya tujuan yang jelas kalau gue mau tetep eksis nulis, yaa minimal untuk diri gue sendiri. gue menganggap bahwa blog ini adalah laboratorium pribadi yang secara langsung ngajarin gue untuk selalu perbaikin tulisan, perbaikin tulisan, dan perbaikin tulisan. ok tapi bukan soal dunia kepenulisan yang bakal gue bahas sih sebenernya karena ini merupakan awal tahun jadi seperti biasa gue ngga akan menulis hal-hal yang penting dan berat-berat, tapi suatu saat nanti gue berharap bisa punya blog dengan kualitas jauh lebih baik dalam segi desain dan materi penulisannya. itu target baru gue !

enggak kerasa usia blog ini memasuki tahun ketiga, bahkan jauh lebih lama dengan hubungan yang pernah gue jalani selama ini. gue bersyukur karena masih bisa diberi kesempatan menyampaikan ocehan tak berarti di blog usang ini, tapi dibalik judge ini jujur gue ngerasa bangga dengan apa yang gue lakukan karena masih bisa konsisten untuk nulis sampe detik ini.

Resolusi di tahun 2015, gue masih pertahanin apa yang jadi target di tahun sebelumnya karena masih banyak hal yang belum tercapai dan salah satunya nerbitin buku di salah satu penerbit favorit gue. ngga kebayang kali yaa bisa lihat hasil tulisan gue sendiri diterbitin di seluruh toko buku dan tepat saat itu juga banyak orang-orang yang beli buku itu karena menarik. agak sedikit berhayal sih memang, tapi ada salah satu dosen gue yang bilang kalau kita ingin melakukan sesuatu alangkah baiknya kita bisa memvisualisasikannya kedalam imajinasi dan  nantinya hal itulah yang membuat kita jauh lebih mampu bahwa kita bisa melakukannya, yap lagi-lagi soal mindset.
terus apa nih resolusi temen-temen di tahun 2015 ini ? mungkin ada yang sama kaya gue untuk pertahanin resolusi yang ada di tahun sebelumnya karena masih banyak yang belum kecapai atau ada juga yang memilih untuk rubah resolusi karena ngga sesuai dengan tujuan yang pengen dicapai. setiap orang memang terkadang harus merubah dan memutar haluannya jika hal yang diambil mulai ngga sesuai, tapi ngga masalah karena itulah kehidupan.

intinya, selamat tahun baru dengan resolusi baru, semangat baru, harapan baru, dan cerita baru.
bakal ada warna kehidupan baru yang gue dapet di tahun ini begitu juga temen-temen. semoga apa yang menjadi harapan di tahun ini bisa tercapai dan hikmah dibalik itu semua bisa mengajarkan kita menjadi manusia yang seutuhnya benar. gue siap dengan apa yang ada di depan sana karena gue yakin dan percaya setiap dari apa yang gue dapet menjadikan gue manusia yang jauh lebih baik dan kuat, kehidupan selalu ngajarin gue untuk jadi seseorang  yang kuat dan jauh lebih kuat. Let's rock !

Semangat untuk memulai guys !

Sabtu, 06 Desember 2014

City Tour di Paris Van Java

Bandung City Tour, 2 Desember 2014

Perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB dari kampus UNJ. Acara tour kali ini masih berhubungan dengan program mata kuliah "Komunikasi Publik". Keberangkatan menuju kota kembang melalui jalur Jakarta-Bogor-Cianjur-Padalarang-Bandung. perjalanan yang ditempuh +/- 4-5 jam.

Sebelum keberangkatan (Parkiran depan UNJ, Kampus A)
Selama diperjalanan setiap mahasiswa mendapatkan giliran sesuai dengan materi yang sudah ditugaskan sebelumnya untuk maju satu persatu menjadi pembicara layaknya seorang tour guide profesional. tour kali ini memadukan antara rekreasi dan pembelajaran, pastinya cukup menyenangkan dan menantang jadi pembicara. namun, sangat disayangkan gue ngga dapet kesempatan jadi pembicara di dalam bus selama perjalanan karena materi yang gue dapet dan harus jelaskan adalah dibagian museum. tour kali ini terbagi menjadi dua rombongan bus, yaitu A dan B. untuk bus A destinasi yang mau disambangi adalah museum Geologi sedangkan gue sendiri yang kebagian di bus B destinasinya adalah Gedung Merdeka. bagi gue yang berkesan selama city tour ini adalah perjalanannya karena jalur yang ditempuh adalah melalui puncak Bogor, selama perjalanan kami semua dimanjakan dengan pemandangan alam yang luar biasa indahnya. Bagi gue keindahan alam Indonesia yang terbaik. Selama perjalanan hanya ada keceriaan yang menemani kami semua.

view yang diambil dari Mesjid At-tawun
Foto Angkatan 2014 dan 2013
Ketika tiba di daerah puncak, rombongan kami mampir sebentar di mesjid At-tawun untuk sedikit plesiran sambil mengambil moment-moment bersama melalui kamera.
Pak Fuad (Bapak Prodi Kita)
Eksis dulu
With Sohib

Setelah puas foto-foto, perjalanan dilanjutkan kembali menuju kota kembang. selama perjalanan banyak tempat-tempat menarik di puncak yang bisa menjadi pilihan untuk berlibur baik dengan pasangan, teman, dan juga keluarga, hal itu juga mengapa puncak menjadi tempat yang paling ramai dikunjungi ketika akhir pekan dan waktu liburan. tempat wisata yang bisa dikunjungi misalnya taman bunga nusantara dan taman safari atau mungkin hanya sekedar menikmati tempat-tempat angkringan di pinggir jalan sambil menikmati pemandangan puncak yang indah dan mempesona.
Ketika tiba di daerah cianjur pun pemandangan yang ada begitu indah dengan tebing-tebing tinggi dan persawahan yang luas membentang. begitu indahnya pemandangan alam Indonesia yang bisa menjadi potensi terbesar untuk kegiatan pariwisata.

Setibanya di daerah Padalarang keadaan lalu lintas mulai padat begitu pun ketika memasuki daerah pasteur. Kota kembang menjadi daya tarik tersendiri untuk dikunjungi setiap akhir pekan, banyak sekali hal-hal menarik yang ada di kota Bandung terutama dalam kegiatan berbelanja dan rekreasi. tidak salah bahwa sebagian besar warga kota Jakarta menghabiskan akhir pekannya untuk berkunjung ke kota kembang. Ketika tiba di kota Bandung rombongan berpisah untuk menuju destinasi masing-masing.

bus rombongan yang gue tumpangi menuju destinasi Gedung Merdeka di Jl. Asia Afrika. gedung yang menjadi bagian sejarah dunia karena pernah diadakannya konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955. beruntung punya kesempatan untuk mengunjungi museum tersebut karena selama gue berkunjung ke kota Bandung dan sempat mampir dan bahkan sering melewati daerah di Jl. Asia Afrika tapi sekalipun gue belum pernah masuk kedalam museum.

didalam museum Asia-Afrika
Satu hal yang kemudian gue sadari di dalam museum adalah tentang pentingnya sebuah kenangan masa lalu, apapun ceritanya apabila moment itu diangkat dan dijadikan sebuah cerita akan selalu meninggalkan kesan yang berharga untuk dilihat, dibaca dan bahkan juga dipelajari. Saat ini jenis wisata museum di Indonesia belum sepopuler wisata Museum di negara-negara maju, masih banyak fasilitas yang harus dikembangkan agar wisata museum menarik para pengunjung lebih banyak lagi. Nah, di gedung Merdeka ini gue kebagian buat jadi pembicara di depan temen-temen satu angkatan, kebetulan gue kebagian materi untuk menjelaskan tentang foto-foto pemimpin-pemimpin dunia dari beberapa negara yang mengikuti konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955, dimana konferensi Asia-Afrika berlangsung untuk pertama kalinya.

Kepala Museum, sedang menyampaikan sambutannya
With Sisca
Setelah kegiatan penilaian di museum selesai acara kemudian dilanjutkan untuk berkeliling museum dan melihat ruangan tempat berlangsungnya konferensi Asia-Afrika.

Berasa jadi pemimpin-pemimpin konferensi
Kalau udah pose begini berasa lagi di lapangan sepakbola
Udah mirip kaya garudanya belom ?
Setelah puas menjamah setiap bagian dari Gedung Merdeka maka acara berkunjung di museum pun berakhir, sangat disayangkan acara Bandung City Tour ini hanya mengunjungi satu destinasi wisata dan harus pula dibagi menjadi dua rombongan berbeda dengan mengunjungi destinasi wisata yang berbeda pula karena banyak banget tempat-tempat yang menarik di kota Bandung yang wajib buat dikunjungi, tapi sisi positifnya adalah gue bisa tahu dan tambah wawasan tentang sejarah dari konferensi Asia-Afrika (seriusan emang tahu ?), ini yang seharusnya menjadikan kita bangga sebagai warga Indonesia karena hingga saat ini pun setiap tahunnya Indonesia menjadi negara yang berperan penting dalam penyelenggaraan konferensi Asia-Afrika. Tentunya keuntungan tersendiri juga bagi kegiatan pariwisata di tanah air.

Podium Konferensi Asia-Afrika
Acara berkunjung ke museum berakhir pada jam 3 sore, lalu rombongan siap-siap bergegas untuk kembali ke Jakarta. kondisi jalanan di kota Bandung pada sore hari macet seperti halnya di Jakarta. setelah memasuki tol purbaleunyi rombongan transit dulu di KM 125 untuk bertemu dengan rombongan dari bus A yang juga sudah menunggu di lokasi. kembali moment tersebut dimanfaatkan untuk foto-foto bareng, ada sebagian orang yang membeli oleh-oleh atau hanya sekedar untuk ke toilet dan mushola.
Akang Jefta
Tour emang afdol kalau udah foto bareng-bareng
Ini adalah tour pertama kami untuk D3 Usaha Jasa Pariwisata UNJ angkatan 2014. walaupun memang acara tour kali pertama ini bisa dibilang mendadak, tapi moment kebersamaan yang didapat ngga akan pernah bisa dilupain. setelah ini bakal ada tour-tour yang lain yang semoga bisa jauh lebih berkesan. Akhirnya rombongan kami tiba di Jakarta kurang lebih pukul 8 malam.

Moment keceriaan kami semua

© Somplaaak travelleR
Maira Gall