Senin, 05 Mei 2014

Klasik ....

Bahagia itu memang sederhana .....
dan itu semua gue rasakan ketika gue memulai perjalanan menggunakan kereta Api ...
kisah yang udah biasa setiap orang alami ...
tapi apakah mereka semua bisa merasakan kebahagiaan itu ?

entah kenapa makin bertambahnya jumlah usia, gue semakin suka dengan yang namanya melakukan perjalanan keluar kota sendiri, mau pake kereta, motor, bus dan lain sebagainy( perasaan cuma itu doang).
gue ngerasa kalau makin kesini jiwa petualang gue semakin menjadi-jadi ....
udah banyak hal yang gue alamin dari kecil sampai detik ini ...
ngga tau udah berapa kisah yang gue lalui melalui sebuah perjalanan baik liburan, sekedar jalan-jalan, atau sekedar berkunjung ke saudara jauh di luar kota ....

hal yang tentu saja sebagian besar orang suka untuk mengisi waktu liburnya, atau mengisi waktu luang sekedar untuk refreshing mungkin dan lain sebagainya.


Waktu itu hari rabu pagi ....
gue berencana untuk pergi ke Bandung menggunakan kereta, karena keberangkatannya pukul 10.30 pagi, ada waktu santai untuk gue mengemas barang-barang yang mau gue bawa karena rencana sekalian nginep juga di rumah saudara, sekalian juga nyari buku-buku murah ....


Stasiun Kereta, Purwakarta.
tiba kira-kira pukul 10 lebih di stasiun Purwakarta, gue langsung menuju loket penjualan tiket tujuan Bandung dengan harga Rp.3.500,00,- KRD dengan tujuan akhir Cibatu(Garut) ....

ada waktu sekitar 20 menit lebih nunggu di dalem kereta, akhirnya berangkat juga tepat pukul 11.00 dengan tiba di stasiun Bandung sekitar pukul 13.25 ....
waktu itu gue ngambil posisi duduk deket jendela, tujuannya supaya gue juga bebas lihat pemandangan selama perjalanan ....
lambat-laun kereta bergerak, seketika itu juga semua kenangan gue tentang masa lalu kembali muncul di benak gue ....
semua kisah klasik masa lalu kembali bisa gue rasain saat itu, sejujurnya gue memang baru sempet lagi naik kereta, itu-pun juga karena gue bener-bener niat ....
terakhir kali gue pake kereta ke Bandung waktu usia gue sekitar 8 atau 9 tahun, dengan tujuan stasiun rancaekek buat sekalian liburan di rumah uwa(kakaknya bokap) ....
percaya atau ngga, kalau loe dulu punya kenangan semacam itu ketika loe coba kembali ke tempat kenangan itu pernah loe alami, secara otomatis kenangan itu semua muter kembali didalem pikiran loe ....
hal itulah yang buat gue juga berpikir bahwa memang bahagia itu sederhana ....

tanpa kita harus susah-susah nyari kebahagiaan, kadang kebahagiaan itu muncul toh dari hal-hal sederhana tanpa kita duga.



Salah-satu jembatan terpanjang yang dilalui menuju Bandung.


ditambah dengan alunan musik yang gue denger sambil lihat pemandangan, itu semua bisa buat pikiran loe kembali fresh dan inspirasi bisa datang dan menuhin otak loe ....
sekarang udah jarang gue liat anak muda seusia gue yang pake kereta dari Purwakarta ke Bandung ....
ngga seramai dulu ...
tapi, sebagai kendaraan alternatif gue rasa kereta masih bisa dibilang solusi terbaik untuk saat ini, dimana apapun harga udah serba naik ....
selain santai, kereta juga bisa jadi solusi terbaik ngembaliin pikiran loe supaya kembali fresh lagi ....
kelemahannya sih cuma satu, lama karena memang harus berhenti di setiap stasiun yang dilalui.
selebihnya yaa banyak keuntungan yang loe dapet hanya dengan harga kurang dari 5 ribu ....

setibanya gue di stasiun Bandung, Hujan turun lumayan deras, Bandung memang lagi sering-seringnya hujan dengan kisaran suhu saat ini 21-31 derajat celcius ....
dengan model bangunan eropa yang masih sampai saat ini berdiri kokoh dan terawat dengan baik, stasiun Bandung punya nilai yang sangat penting bagi kota Bandung ....
suasana tempo dulunya masih kental banget, itu juga kenapa Bandung punya julukan Paris Van Java ....


Lorong di Stasiun Bandung masih suasana tempo doloe
apalagi di stasiun Bandung ini punya ciri khas tersendiri selain tentunya bangunan dan suasananya yang masih kental dengan tempo doloe, bangunannya yang bercorak khas eropa, ada juga keunikan lain yaitu tepat di depan pintu lama stasiun Bandung terdapat monumen kereta api tua jenis uap yang menjadi ikon khas dari stasiun Bandung ini.

Dari depan pintu lama, Stasiun Bandung
Saat ini kondisi stasiun kereta api semakin baik dan tertib dari para pedagang, kondisi stasiun-pun terbilang rapi dan bersih semakin menambah kenyamanan para pengguna transportasi kereta api ....
semoga bisa terus berlanjut kondisi seperti ini, dan dari segi pelayanan dan lain sebagainya dari PT. KAI bisa jauh lebih baik, ini tentunya merupakan perkembangan positif perkereta-apian di Indonesia.

suatu hal yang berbau klasik itu bagi gue indah ....
punya nilai seni, sejarah, cerita yang unik, dari sanalah kadang kita bisa mengambil inspirasi, bisa mengembalikan pikiran agar segar kembali, dari sanalah kita berasa kembali menelusuri lorong waktu masa lalu dimana kisah dan cerita yang sudah lalu terasa begitu dekat dengan kita yang hidup di jaman ini.

semoga nilai-nilai ini yang bisa terus dipertahankan karena bagi gue hal itu Indonesia banget, kita lihat bagaimana Paris bisa begitu terkenalnya dengan bangunan dan sejarah yang masih kokoh berdiri di setiap sudut kota Perancis ...
salah-satunya adalah kereta api yang sudah menjadi bagian hidup kita di masa lalu hingga saat ini, karismanya akan selalu tetap ada di hati para pengguna transportasi, termasuk gue ....
dan tentunya bagi sebagian besar di negara-negara Maju dan berkembang lainnya di belahan dunia ....


Kereta-KRD lokal Cibatu.

Senin, 21 April 2014

Menumbuhkan Rasa Cinta (Bangsa)

Kemarin baru aja bangsa ini memperingati Hari Ibu Kartini yang dengan sejarahnya sudah memperjuangkan emansipasi Wanita untuk Bangsa Indonesia khususnya kaum wanita ....
Rasa Nasionalis kembali tumbuh, kembali diingatkan kita pada jasa-jasa pahlawan bangsa, kembali digugah hati kita akan kecintaan bangsa ini, seolah sebagai suntikan penyamangat bagi kita semua ....

dan, dari Rasa Nasionalis ini gue jadi punya sedikit inspirasi berupa suatu pemikiran bahwa budaya bangsa ini bisa menjadikan Indonesia menjadi magnet terbaru bagi bangsa-bangsa di Dunia ....
yaa seperti yang kita tahu salah-satunya juga negara Jepang yang benar-benar mengutamakan budayanya ...
Kita bisa jadi negara yang sangat besar, mungkin kelak akan menyaingi Amerika, Jepang, dsb bahkan mungkin lebih !
kenapa gue yakin ? karena bangsa ini memang bangsa yang sangat besar ....
Sumber daya alamnya, Budayanya, keanekaragaman, Keindahan alamnya, Legendanya, Mitos-mitos mistiknya ... dan masih banyak lagi ...
gue juga sempet baca salah-satu buku dari Blaire tentang sebuah petualangannya di bumi tercinta Indonesia, dengan judulnya Ring of Fire ....
Bahwa dia amat sangat tertarik dengan negri Indonesia, bahkan dia rela untuk menghabiskan sebagian besar uangnya, mencari sponsor dsb untuk memulai sebuah petualangan yang kemudian dibuat menjadi sebuah film dokumenternya hanya untuk memenuhi keingintahuannya tentang hal-hal yang mungkin sudah jarang atau mungkin sudah tidak bisa didapat di negrinya tapi begitu amat sangat subur tumbuh di negri Indonesia ini ....
tentang Kleniknya, hal-hal yang berbau mistis, mitos, legenda ....itulah salah-satu  hal yang mengawali petualangannya selain tentunya keindahan alamnya yang amat sangat luar biasa indahnya ....

Orang luar-pun mau bikin buku tentang negri Indonesia ini, maka kenapa kita tidak ?
hal yang berikutnya gue anggap penting juga adalah ciri khas bangsa, kenapa ?

Kita tahu Batik sudah sangat terkenal, wayang, pencak silat, bahkan musik dangdut-pun mulai digemari di amerika sana ....
Kita juga tahu sekarang bagaimana timnas U-19 kita yang selalu bermain gemilang dengan gagah berani di lapangan .... dengan hasil terakhir yang mengalahkan UEA-U19 ...
dengan kesuksesan akan ciri khasnya yaitu formasi 4-3-3 ...
filosofi indra sjafri akan budaya bermain bola bangsa ini di desa-desa dan daerah-daerah terpencil yang selalu menggunakan formasi ini karena ketidak-tahuan tentang formasi, dan hanya berpikir yang penting main pada akhirnya ini menjadi budaya bangsa kita dalam bermain bola, dan lihat betapa sangat menikmatinya mereka dalam menggunakan formasi 4-3-3, karena itu tadi budaya yang sudah tertanam ....

Belum lagi sekarang tentang perfilman Indonesia yang mulai memasuki box office di Amerika karena keciri-khasannya akan pencak silat, bela diri asli Indonesia ....
Bali dengan ciri khas budayanya yang amat kental menjadi magnet yang kuat bagi para turis sehingga meningkatkan kepariwisataan bangsa ....
Raja ampatnya, Lombok, Yogyakarta, Makassar dengan pantai Losarinya, dan masih banyak lagi tempat-tempat eksotis dan indah yang menjadi ciri khas bangsa ini begitu amat sangat menarik masyarakat-masyarakat dari negara lain ...

cukup miris juga sebenarnya dengan anak muda saat ini yang mungkin lebih pro dengan budaya luar yang terbilang lebih keren dan modern ...
bukan berarti gue juga ngga suka dengan budaya global, tapi alangkah lebih baiknya kita mendahulukan cinta kita dengan tanah air ini, tempat kita lahir, tumbuh, menjalani proses dari orang yang biasa-biasa menjadi orang yang luar biasa dan lalu pindah ke negri orang ? itu sih memang hak setiap orang, namun alangkah baiknya kita mengingat dari mana kita dan sangat berjasanya bangsa ini untuk kita ....

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai budayanya ....
kita tahu lah hal itu udah begitu sering didengung-dengungkan .... apakah hanya akan menjadi sebuah gong-gongan anjing semata ? atau hanya sebuah angin lalu ?

Hal-hal seperti ini yang harus kita renungkan bersama, gue sendiri disini hanya sedikit mengingatkan dan yang pasti saling mengingatkan betapa Besar dan Hebatnya bangsa ini ...
yang perlu kita lakukan adalah cari, memahami, dan temukan rasa cinta akan bangsa kita ini ... Indonesia !
 

Jumat, 21 Maret 2014

168 Hours

Bicara soal waktu nih guys ....
gue yakin banget banyak dari loe semua yang mengeluhkan soal waktu, apalagi semakin tinggi tingkat umur, profesi seseorang semakin sedikit juga waktu yang dimiliki ....
banyak yang bahkan mengeluh soal waktu tersebut, bener ngga ?
gue memang bukan ahli dalam mengatur waktu, bahkan gue juga termasuk orang yang sulit banget untuk ngatur waktu gue dengan baik ....
waktu ini udah jadi bagian paling sensitif banget dalam kehidupan, lebih-lebih sensitif dari sekedar pantat bayi mungkin ....

Berapa kali kita sering mengeluhkan diri dengan masalah waktu ...
kurangnya waktu istirahat, kurangnya waktu santai, kurangnya waktu untuk baca, kurangnya waktu untuk tidur, kurangnya waktu untuk seneng-seneng sama pacar mungkin, atau yang udah punya kehidupan rumah tangga dengan suami/istrinya ....
banyak banget gue liat orang yang mengeluhkan soal itu, baik secara langsung, atau melalui sosial media yang ramai banget saat ini.

soal waktu juga udah jadi hal yang sensitif sejak jaman dulu ...
coba deh kalau kita bandingin soal waktu yang digunakan orang-orang pada jaman dulu, atau keluarga-keluarga jaman dulu yang setidaknya memiliki aktivitas di rumah jauh lebih banyak dengan satu pasangan yang memiliki anak sampe 8 orang, kaya nyokap gue misalnya. Dibandingkan saat ini yang setiap keluarga memiliki anak 2 orang dengan ditambah fasilitas-fasilitas yang serba instan. memang sih aktivitas saat ini jauh lebih besar dibanding jaman dulu ....
dari situ mungkin kita berpikir, seharusnya waktu di masa ini bisa jauh lebih banyak dong yang bisa kita gunakan ?
topik gue kali ini sengaja gue angkat dari salah-satu buku yang baru aja selesai gue baca, dan sejujurnya gue memang orang yang sulit banget untuk mengatur waktu ....

Baik pengusaha, karyawan, pelajar, sampe ibu rumah tangga-pun kadang mengeluhkan soal masalah waktu yang kurang-lah, atau karena saking sibuknya jadi sulit melakukan hal-hal yang pengen kita lakuin dalam hidup ....
kalau bicara soal waktu emang kesannya bangsa kita ini masih belom terbiasa dengan yang namanya menghargai waktu dengan baik, bener ngga sih ? kalau kata gue sendiri sih bener karena gue juga termasuk.

Tapi tenang, bukan berarti dengan begitu bangsa kita akan selamanya menjadi bangsa yang tidak bisa menghargai waktu, yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana caranya kita memahami waktu tersebut dengan baik dan benar, yaa ...kalau ibarat pepatah sih tak kenal maka tak sayang ....
seisi dunia ini bisa menjadi bersahabat asalkan kita tahu dan memahaminya dengan baik, setuju ngga sih ?
Ok, balik lagi ke perbandingan awal gue tadi, kenapa waktu ketika jaman kakek-nenek kita masih kecil sampe saat ini, rasanya waktu itu berasanya kurang terus ? pernah ngga sih sedikit loe berpikir akan hal tersebut ?
apa mungkin karena kita berpikir bahwa selama ini kita terlalu sibuk padahal kesibukan itu ngga sesibuk seperti hal yang kita bayangkan, atau karena mungkin berpikir bahwa seharusnya hal yang bukan prioritas utama kita dihitung menjadi bagian dari prioritas utama kita sehingga berasanya waktu tersebut kurang terus?

Gue disini memang ngga bisa ngejelasin semuanya secara rinci dari buku yang sempet gue baca, tapi dari situ gue mau sedikit untuk memberi gambaran bahwa apa sebenarnya yang salah, sehingga selalu kita berpikir bahwa waktu di hari-hari kita berasanya ada yang kurang, atau kekurangan waktu terus ....
dari buku yang sempet gue baca ini, penulis mencoba merubah paradigma kita tentang berpikir bahwa dalam seminggu ada 7 hari, menjadi bahwa dalam seminggu itu ada 168 jam ... yang artinya rata-rata orang lakukan dalam seminggu bekerja kisaran 50-60 jam per minggu ....
coba ... dari situ berapa banyak sisa waktu yang kita punya dalam seminggu ? banyak bukan ?
kemudian yang perlu kita ubah paradigma adalah mulai melakukan hal-hal yang memang merupakan prioritas utama kita, atau hal-hal yang memang sesuai dengan kompetensi inti yang kita punya yang belum tentu orang lain bisa sebaik melakukan hal tersebut. mungkin lebih sederhananya ngelakuin hal yang jadi kesenangannya kita, atau hal yang memang jadi kelebihannya kita, dengan kita banyak menggunakan waktu tersebut untuk mengasah kompetensi inti tersebut ....
selebihnya mulai mengurangi, mengabaikan, atau men-outsorce-kan hal-hal dirasa kurang penting dalam waktu yang kita gunakan ...

Kalau lebih disederhanain lagi sih mungkin maksudnya si Laura Vanderkam yang nulis buku tersebut, bahwa kita harus mensyukuri waktu dengan baik, menghargai dan mulai merubah paradigma kita soal mengatur waktu yang benar ....
yang artinya ngga ada masalah sama sekali kaitanya dengan seberapa banyak aktivitas kita dengan profesi dan kesibukan yang berbeda ....
yang perlu kita perhatikan dan ubah paradigmanya adalah seberapa efektif kita dalam menggunakan waktu tersebut dengan cara pandang seperti apa masalah waktu tersebut ....

selebihnya gue saranin deh buat baca bukunya ....
dengan judul yang sama dari tulisan gue kali ini, semoga jadi referensi untuk loe semua yang pengen tau lebih detail soal manajemen waktu yang baik ....
dengan begitu, baik gue dan loe semua, khususnya bangsa ini bisa semakin baik dalam mengatur waktunya, kalau udah baik, udah ngga usah khawatir bangsa kita akan jauh lebih besar dari negara Jepang misalnya ...

" Time is Money "
 

Sabtu, 15 Maret 2014

Macet


Kali ini gue mau ngebahas tentang macet ....
apa yang loe pikir waktu denger kata macet ? atau apa yang membuat terlintas di benak loe soal macet itu sendiri ?
" Kapan kemacetan itu bisa diatasi ? " bener, pasti itu semua yang rata-rata ada di benak loe semua ....
ok ... sekarang yang jadi pertanyaan terbesar adalah, Bagaimana solusinya untuk mengatasi macet ?

Apa sih yang buat kemacetan di kota-kota besar semakin merajalela ? kenapa ngga macet di desa aja, atau kenapa ngga macet di laut aja, atau di udara sekalian biar ngga tanggung-tanggung ....
tentu itu semua ada banyak faktor ....
ok sekarang kita ngga munafik lah ... setiap manusia pasti punya sifat konsumtif dengan kadarnya masing-masing sesuai dengan kemampuan secara material dan lain sebagainya, bener ? ngga terkecuali juga konsumtif ingin memiliki kendaraan pribadi entah itu motor atau mobil ...
ada juga dari faktor lain yang mengalihkan masyarakat saat ini untuk memilih menggunakan kendaraan pribadi adalah karena fasilitas umum yang kurang memadai atau jauh dari standar seharusnya, dari faktor kenyamanan, keteraturan dan lain sebagainya .....

dan pada akhirnya kita sebagai masyarakat kembali menyalahkan pemerintah, bener ? yang memang seperti itulah seharusnya ...haha
Nah, kalau udah kaya gitu gimana dong ? nah loh ...
otomatis kalau udah kaya gitu semua orang jadi males dong buat naik kendaraan umum ....
tingkat konsumtif masyarakat akan kendaraan semakin meningkat karena faktor itu tadi ....
apa itu semua bisa menyelesaikan masalah ? mungkin masalah secara pribadi ok lah yaa ... menurut ego sih lebih enak pake kendaraan sendiri lah, ngapain pake kendaraan umum cape, dan kadang faktor cuaca juga jadi alasan kenapa kita lebih suka menggunakan kendaraan pribadi ...
solusi selesai bagi kalangan menengah sampe menengah atas ....
nah loh terus gimana bagi kalangan menengah kebawah, kalangan bawah-bawah banget ? mau ngga mau mereka pasrah dengan keadaan, iya dong ? walaupun gue yakin juga ngga semua ....

dari situ muncul juga efek samping-efek samping yang mungkin sebelumnya ngga kita bayangin akibat tidak meratanya angka kemakmuran dan kesejahteraan di Negri ini .... ciaelah bahasanya !
kembali lagi pada topik yang gue bahas ....
faktor apa lagi dong yang bikin macet itu jadi tambah parah ? karena adanya perkantoran, kampus, tempat belanja, sekolah, pusat jajanan, dan lain sebagainya yang memusat pada suatu kota itu sendiri yang pada akhirnya bertambah juga peningkatan urbanisasi di kota tersebut. timbul persebaran penduduk yang tidak merata, betul ? karena tingkat kesibukan yang jauh lebih besar dan padat ....

Lagian siapa sih yang ngga mau tinggal di kota besar coba, bener ngga ?
jelas lebih lengkap dan semua hal yang kita mau bisa terpenuhi disana, bagi kalangan menengah atas KATANYA, bagaimana dengan kalangan menengah bawah yang karena dorongan itu tadi ingin pindah dan menetap di kota besar, dan pada akhirnya sulit untuk bersaing dengan tingkat kalangan menengah atas ?
timbul kesemerautan tempat hunian yang kurang layak karena faktor urbanisasi itu sendiri, timbul kesenjangan sosial dan lain sebagainya ....

Tempatnya sih udah bener ....
kita ngga bisa menyalahkan besaran kota tersebut, iya ngga ? ngga pernah gue denger ada berita tentang masalah kemacetan yang kemudian menyalahkan karena jalan-lah, karena kurang besar lah sehingga macet itu terjadi ....
pernah ngga denger berita soal itu ? kalau ada yang udah denger boleh kasih tau gue .... karena gue emang belom tau atau emang ketinggalan berita jadi ngga tau ... hehe
dari situ sebenarnya kita SADAR dan kita TAU, iya ngga ?
hampir sama kaya banjir, kebakaran hutan, kita terlalu saling menyalahkan tanpa mementingkan kepentingan publik, hanya mementingkan kepentingan sendiri, lebih tepatnya kepuasan sendiri ! ....
mulai ramai dah tuh dari situ cuit-cuit sana-sini, baik di facebook, twitter, dan media sosial lain ....lagi-lagi siapa yang disalahkan ? PEMERINTAH ! iya ...bener, nah itu tau .... pinter !!!

artinya kemacetan itu sendiri ngga akan pernah ada solusinya ! nah loh ....
yoi ...serius ini gue ...
NGGA AKAN ADA SOLUSINYA .... kecuali ya itu tadi tingkat konsumtif orang akan kendaraan bisa menurun, ada pembatasan kendaraan kalau perlu dari pemerintah, kalau satu keluarga hanya boleh punya satu mobil dan satu motor, atau kalau perlu satu keluarga satu kendaraan pokoknya, atau mungkin bisa juga mulai mencontoh negara jepang soal sistem daur ulang soal kendaraan ....
Lah ...kan gue yang punya duit, yaa suka-suka gue dong mau beli kendaraan berapa ! ...
nah kalau gitu udah jelas dong orang tersebut egois ....yang kaya gitu ngga usah didenger, mending dibuang kelaut aja ...pisss

sekarang ada program pemerintah soal KB( Keluarga Berencana ) yang tidak lain tidak bukan berupaya untuk menekan angka kelahiran yang semakin meningkat, bener ? kenapa ngga pemerintah coba terapin sistemnya untuk menekan peningkatan kendaraan dalam negri ini ....
yaa tentunya dengan dibarengi perbaikan sarana publik yang layak dan nyaman ...
selain mencegah juga memperbaiki solusi, bener ?
yaa ...ngomong doang begini sih gampang men, tapi kenyataannya mana ? yaa itu tadi karena pemerintah yang kurang berani dalam bersikap atau emang bener-bener ngga tau harus bersikap ... atau mungkin karena terlalu takut dengan kritikan dari masyarakat yang akhirya menimbulkan pemerintahan yang bimbang dalam menerapkan dan memutuskan keputusan ?, begitu juga karena saking sulitnya masyarakat saat ini untuk diatur oleh pemerintahan .... kalau itu sih kita introspeksi diri masing-masing.

semoga yang akan menjadi pemimpin saat ini adalah pemimpin yang memang benar-benar untuk menjadi pemimpin .... bukan karena faktor lain selain hanya jadi pemimpin yang benar-benar baik ....
begitu-pun kita yang dipimpin menjadi masyarakat yang baik dan cerdas dalam melihat secara positif permasalahan yang terjadi, talk less do more ....
yang bukan hanya bisa memprotes kinerja pemimpin yang tidak baik, tapi juga bisa menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupan di masyarakatnya masing-masing, sehingga ketika pada akhirnya terpanggil untuk jadi seorang pemimpin dia sudah siap secara lahir maupun batin ....aaamiiiiinn !
Negara Indonesia ini harus bisa menjadi bangsa yang benar-benar baik, bukan menjadi negara yang jauh lebih baik, kenapa ? karena itu berarti secara tidak langsung kita menerapkan bahwa negara ini selalu tidak baik. Indonesia bukan lagi menjadi lebih baik, Tapi harus benar-benar BAIK !

walaupun memang awalnya gue ngebahas soal kemacetan tapi ternyata secara ngga langsung juga kita tau bahwa hal itu bisa menyangkut masalah bangsa ini, yaitu bagaimana dalam menyikapi suatu masalah yang seharusnya, dan salah-satunya kemacetan ....
sudah baik atau belum-kah Bangsa ini ? kurang lebih itu gambaran dari Bangsa kita sekarang ....

Rabu, 19 Februari 2014

Miris-kah Hal ini ?

Malem Dunia .....

Malem ini gue kembali untuk mencatat hal yang mau gue share ....
memang bukan blog penting, tapi semoga ada hal yang bisa dipetik sekecil apapun dalam suatu bacaan sederhana lebih ke ngga penting dan karuan ini ....

Hari ini gue memutuskan untuk pergi ke perpus ...
selama satu tahun nunda kuliah ini gue akui kalau gue jadi lebih punya waktu untuk ngelakuin hal-hal yang jadi kesukaannya gue ...banyak banget waktu, dan dari situ gue jadi punya hikmah yang bisa dipetik.
gue anggep ini memang jalan yang Allah kasih dan tuntun buat gue ...
memang ngga ada yang kebetulan dalem kehidupan yang kita jalani ....
banyak perenungan-perenungan yang udah gue lakuin, bahkan sampe-sampe gue harus memutar balik kembali apa yang udah berusaha gue capai ....

memang menetapkan suatu tujuan ngga mudah ...
terkadang ada hal yang membuat kita justru harus merubah tujuan semula, dan secepat mungkin banting setir untuk melihat peluang yang lain dan dijadikan sebagai tujuan alternatif ....
Hidup memang ngga indah tanpa mimpi dan berpikir realistis begitu-pun juga sebaliknya ....
begitu persis sama apa yang gue rasain saat ini ...
lagi-lagi soal kuliah dan keputusan menyangkut masa depan. entah saking banyak hal kah yang gue mau wujudkan atau memang bingung yang teramat menancap di pikiran gue.

gue sempet baca bahwa orang yang sukses adalah orang yang berpikir sebelum bertindak, dan orang yang gagal adalah yang bertindak tanpa berpikir ....
apakah hal yang juga gue lakuin ini merupakan jalan terbaik ? saking takutnya kah gue untuk mengambil tindakan, sampe-sampe gue terlalu banyak berpikir ....
dari planing A, B, C, dan D ....entah berapa banyak planing yang coba gue susun ....

bongkar ...susun ....bongkar ...susun .....
yaa memang seperti itu kenyataannya ....
setelah gue menyusun ulang tujuan gue. tepatnya hari ini, gue memutuskan untuk ke perpustakaan yang ada di kota sekarang gue tinggal ....
niat awal pengen nyari referensi soal hal yang lagi pengen gue capai ini ...cieeelah .
dari sini juga permulaan diri gue merasa miris akan pentingnya kegemaran kita dalam membaca ....
kenapa ? karena gue cukup kerepotan juga nyari perpustakaan kota, nyari alamat lewat internet, setelah dapet gue juga ngga tau soal alamat itu dimana pastinya, maka bertanya-lah gue sama orang-orang yang gue jumpai di jalan sewaktu gue nyari-nyari alamat itu. dan bagaimana hasilnya ? Nol besar ! sama-sekali orang-orang yang gue tanya ngga tau perpus kota dimana letaknya, walaupun gue udah sempet bilang alamatnya ....

miris bukan ? itu baru perpus kota yang memang langsung diurus oleh pemerintah kota itu sendiri ....
gimana kalau soal perpus yang sengaja didirikan oleh perorangan ?.
dan pada akhirnya gue bisa nemu alamat itu sendiri karena sadar bahwa salah-satu kemungkinan yang ada di alamat itu adalah balai kota. bener aja kalau perpus itu lokasinya di balai kota yang udah jelas-jelas seharusnya orang asli kota ini tau dong !
begitulah fakta yang terjadi di lapangan ....
gue memang ngga bisa menyalahkan dengan kondisi orang-orang yang tidak gemar sama-sekali membaca, tapi minimal tau lah ....ibaratkan istilah tak kenal maka tak sayang. apa memanag keadaannya seperti itu masyarakat dewasa ini ? sehingga terlalu banyak mungkin hal yang mereka pikirkan tanpa tau hal-hal yang kecil namun sebenarnya punya nilai penting .....
kalau sudah seperti itu, maka jangan salahkan negara ini yang sampe sekarang masih sulit untuk maju ....
kepedulian. yaa gue anggep ini soal kepedulian dalam bentuk yang sederhana ....

hal yang sederhana-pun seperti ini, dan bagaimana dengan hal yang kompleks dan ribet dalam negri ini ?
jangan hanya bisa menyalahkan presiden sebagai pemimpin yang sepenuhnya salah ....
bagaimana bisa satu orang mengatur semua kesemerautan yang ada dalam negri tercinta ini jika tidak dibarengi dengan kepedulian, kerjasama semua pihak, terutama yang terpenting CINTA ....
coba tanyakan pada diri anda sendiri sejauh manakah cinta yang tumbuh di dalam diri kita ? gue dan anda semua perlu berpikir dan merenung ulang soal ini ....
untuk kemajuan yang besar membutuhkan permulaan hal sederhana yang benar ...maka akan tumbuh maju menjadi sesuatu yang bukan hanya dianggap benar, tapi MEMANG BENAR !.


Jumat, 31 Januari 2014

Human Folly

Setelah nunda berhari-hari ngga nulis blog akhirnya nulis juga ....
seperti biasa dengan hal yang ngga pentingnya gue balik lagi nih di blog gue yang sepi ini, dan barusan juga gue agak sedikit bersih-bersih karena udah mulai dipake sarang laba-laba ...sialan !

Ok ...
Kemaren gue ngalamain sedikit musibah karena kehilangan laptop, masalahnya yang gue ilangin ini bukan laptop gue, tapi punya sodara gue ...Oh nooo !!!
kejadiannya cukup unik dan kalau gue nginget lagi kejadian ini, gue berasa kaya orang bego ...
gue bilang barusan ngilangin laptop kan ? ya ...ok mungkin lebih enak bilangnya kalau gue ngasih laptop ke orang, padahal udah jelas-jelas gue ngga tau dan ngga kenal sama bajingan yang satu ini !

itu juga salah-satu alasan kenapa gue ngga nulis blog, emang penting yaa ?
lanjut ...
kejadian paling absurd ini gue alamin rabu sore kemarin ...
tepatnya di rumah kaka gue, karena gue tinggal sama kaka ...
Ok bentar adzan dulu ....

.....
.....
.....

lanjut lagi ....
sebenernya gue males banget bahas lagi masalah ini, tapi gue harap ini bisa jadi pelajaran buat kalian semua.
niatnya gue sih baik, biar kalian ngga sama kaya gue juga yang jadi ngerasa bego gara-gara kejadian ini.

di suatu sore yang cerah ....
awalnya sih gue berpikir sore yang cerah, tapi setelah kejadian ini gue anggep jadi sore paling gelap dan tragis ....
penipu yang mengatasnamakan situasi dan kondisi ini jelas udah sukses menipu gue ....
dengan cara bicara yang setara dengan sales-sales kelas teri pada umumnya, dengan cerdik dan sedikit nyentrik menyihir gue, dengan rayuan gombalnya gue pun kepincut dan hanyut tenggelam ke dunianya ....
pada akhirnya gue pun dengan mudah dan tak berdaya memberikan barang itu. Gue rasa udah kaya cewek-cewek yang kalau digombalin bisa kena gitu aja sama cowok playboy ...

Tapi saat itu dalam benak gue, gue juga ngerasain kalau sebaiknya gue ngga ngasih laptop ini sama bajingan satu ini, terserah kalian mau anggep gue bego dan sejenisnya, tapi perlu loe semua tau, pada saat itu sumpah situasinya emang pas banget. soal ini semua cuma gue doang yang bisa merasakan kejadian sebenernya kaya apa, bisa dibilang juga ini antara sebuah takdir dan kebodohan ....
ada hikmah juga yang bisa gue petik, bahwa apapun itu di dunia, walaupun pada awalnya kita bisa memiliki sesuatu itu, sempat menyentuh, merasakan, tapi kalau pada akhirnya hal itu bukan hak dan milik kita lagi, Allah dengan sangat amat mudah ngambil sesuatu itu dari kita ....tepat saat itu juga, di waktu yang tak terduga dan tidak tepat sekalipun ....

Walaupun emang banyak nyeselnya, terutama karena gue selalu nganggep kejadian itu sebagai kebodohan gue yang sangat teramat besar. Gue sempet terpuruk beberapa hari ngga makan dan diem di kamar dengan hanya bermodalkan air minum dan cemilan ....
bukan apa-apa, karena pertama, laptop itu bukan punya gue sendiri, dan yang kedua karena semua data-data yang ada dalem laptop amat lumayan sangat penting ....
itu kenapa gue merasa sangat bersalah.

Disisi lain juga gue teramat sangat dongkol sama bajingan ini, gue malah jadi mikir, kenapa coba disaat kaya gini gue ngga punya alat canggih yang bisa lacak tuh orang dan khususnya yang bisa lacak no seri laptop yang ilang ini, walaupun gue ngga tau no serinya ....
yaa intinya gimana caranya gue punya alat semacam itu. Hal kaya gini juga udah bikin para penjahat kelas teri terlihat nampak propesional di negri tercinta Indonesia ini, Kenapa ? jelas kalau dikita kehilangan barang atau sesuatu dengan sangat mudahnya orang-orang megikhlaskan, karena mayoritas negri ini umat muslim. Dan itu memang sesuatu yang benar dan mutlak harus kita lakukan sebagai umat muslim yang baik.
Tapi dilain pihak para sindikat-sindikat putus asa yang memutuskan mencari uang dengan cara yang salah ini, membuat mereka semakin enak dan kecanduan berbuat kejahatan yang semakin hari semakin meningkat.

Ternyata moral bangsa ini sudah semakin merosot.
tapi ngga perlu gue pikirin karena gue sendiri juga harus bisa benahin diri gue sendiri dulu, tapi dari situ gue berharap sistem pendidikan negri ini, lagi-lagi gue harus bilang soal pendidikan, yap bisa menuju ke arah yang lebih baik.

yang terpenting menanamkan rasa cinta itu sendiri antara guru dengan murid, dan muridnya dengan guru, sehingga pada akhirnya dimana-pun nanti kita berkehidupan dengan masyarakat. nilai-nilai yang sudah kita dapat di sekolah dengan rasa cinta yang amat sangat tulus bisa terus tertanam dan menancap di hati kita.
bukan cuma guru yang hanya mengajar dengan mengatasnamakan gaji dan murid-murid mencari ilmu dengan mengatasnamakan uang jajan dari ortu semata, persis kaya gue ...hehe

berdoa semoga Allah mau memaafkan orang itu dan memberi hidayah kepadanya, dan pada akhirnya bisa menemukan pekerjaan yang halal. Amin ....
banyak belajar dari orang kecil dan selalu berusaha melihat orang yang lebih kurang dari pada kita, insyaallah bisa semakin memperkuat iman kita untuk selalu bersyukur dan mensyukuri hidup.

fix ...pelajaran hidup gue bertambah lagi ...

Minggu, 19 Januari 2014

Banjir udah kaya Lebaran ....

Berhubungan sekarang lagi trend sama yang namanya banjir ....
jadi mari kita basah-basahan ...loh !
gue sebenernya bukan orang yang juga lagi ngalamin musibah kebanjiran di lingkungan rumah gue, tapi dari apa yang gue tau dari berita-berita, kabar guru, dan temen-temen gue, membuat gue jadi prihatin dan lumayan bikin kuping gue panas ....

gue ngga tau harus bilang bahwa musibah banjir ini kesalahan siapa ? karena menurut gue hal kaya gini ngga seharusnya untuk menyalahkan siapa dan siapa yang harus disalahkan.
gue cuma heran aja dengan suatu hal yang sebenarnya bisa diatasi, tapi seolah orang-orang berpikir bahwa masalah banjir merupakan masalah terberat yang sangat sulit diatasi dan seolah-olah masalah banjir hanya perlu diatasi oleh pihak tertentu aja ...

coba gue mau tanya, udah berapa lama sih masalah banjir di Jakarta ? kayanya udah dari jamannya gue belom lahir, dan coba deh pikir, dulu aja udah banjir, tapi mungkin masalah pembangunan masih ngga semaju kaya sekarang, yang justru malah jadi salah satu indikasi terbesar banjir itu sendiri ...
kenapa kalau emang masalah pembangunan gedung sana-sini sekarang malah dijadikan faktor terbesar banjirnya ibu kota, dan kenapa coba bukannya dari dulu-dulu aja kalo gitu masalah banjir mulai diatasi. kalau dipikir-pikir udah berapa kali dan lamanya kita melakukan kesalahan ?

Banjir ....
kalau toh masalah pembangunan dijadikan masalah terbesar karena adanya banjir, gue jadi pengen tau faktor apa yang paling utama pada jaman dulu penyebab banjir itu sendiri, karena setau gue pembangunan dulu di Jakarta belom semaju kaya sekarang tuh ...

ayolah .... yang perlu kita benahin tuh kebiasaan dalam diri kita masing-masing, semua hal dan segala sesuatunya berawal dari diri kita. coba deh bayangin, kalau satu individu aja udah ngga peduli dan acuh sama yang namanya sampah, terus kita gabung semua individu jadi satu, maka dampaknya-pun bakal besar banget kaya masalah banjir saat ini. kita cuma perlu sadar diri, dan justru bukan saling menyalahkan sana-sini.
sekarang banjir udah terjadi, dan mulai berkoar sana-sini ....
kalo udah kaya gini siapa coba yang harus disalahkan ? ngga ada, dan justru sama sekali ngga penting karena tetep ngga akan sama sekali merubah apa yang sudah terjadi.

setiap dari kita masing-masing itu udah punya peran dan fungsinya masing-masing sekecil apapun itu ...
kita yang punya lingkungan ini ...ya udah pasti juga kita semua yang harus ngerawatnya. segala sesuatu yang dirawat dengan baik pasti juga akan berdampak baik. gue yakin sampai kapan-pun masalah banjir ngga akan bisa diatasi kalau kita semua saling menyalahkan dan menjadikan segala sesuatunya sebagai alasan.

mungkin kalau dulu awal-awal Jakarta banjir dan segera diatasi, dan ngga harus nunggu sampe sekarang sebesar ini masalahnya, jalan cerita juga bakal lain dan jauh lebih baik. coba pikir lagi deh, udah berapa lama kita semua malah saling menyalahkan dan beralasan soal masalah banjir ini ? udah kaya puasa dan lebaran tiap tahun ketemu ....

disisi lain pemerintah memang berperan, tapi bukan berarti kita sebagai warga negara tidak mendukungnya.
yang harus dilakukan adalah saling support satu-sama lain, keduanya juga punya peran penting masing-masing, ibaratkan gerbong kereta yang saling terhubung rangkaiannya satu-sama lain.
coba deh dari masalah sampah dulu mulai diatasi sama-sama, ngga perlu kita sebagai rakyat mikirin pemerintah, cukup pemerintah aja yang mikirin rakyatnya. yang perlu kita lakukan sebagai warga negara yang baik adalah melakukan apa yang seharusnya warga negara baik lakukan, contohnya mulai peduli akan sampah, yaa ...minimal di lingkungan keluarga, kemudian RT, RW.percaya deh ...kalau udah kaya gitu masalah banjir akan bisa diatasi, dan terus selebihnya kita percayain pemerintah buat lakuin bagian yang seharusnya pemerintah lakuin.

Kalau udah kaya gitu gue jamin dah masalah banjir bisa diatasi ....
stop saling menyalahkan dan menganggap diri kita sendiri tidak ada keterlibatan soal banjir tersebut. yang perlu kita lakukan hanya sadar dan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan ...
belajar jadi warga negara yang baik, agar kelak negri ini jadi negara yang jauh lebih baik.
jangan pernah berpikir bangsa kita ini jadi bangsa yang maju, kalau masalah banjir aja sulit kita atasi.

Jumat, 17 Januari 2014

Berawal dari .... " Galau ngambil jurusan "

Waktu gue buat ngadepin tes masuk PTN tinggal 5 bulan lagi ....
semakin hari justru gue semakin bingung dengan keputusan yang mau gue ambil, gue selalu mempertanyakan hal yang sama, sama diri gue sendiri ....

gue rasa ini juga masalah kebanyakan orang yang mengalami hal serupa yaitu "Galau ngambil jurusan".
sebenernya belakangan gue udah mutusin mau ngambil jurusan yang bakal gue ambil, tapi justru belakangan ini, gue malah berpikir ulang, apa gue bakal cocok sama jurusan yang mau gue ambil itu ? apa gue yakin bakal bisa menikmati jurusan yang bakal gue ambil itu 4 tahun kedepan ?

Sebenernya gue juga agak sedikit iri sih sama sistem pendidikan kuliah di Luar negri ....
yang udah gue tau dari sumber-sumber yang gue baca. sistem pendidikan mereka ngga menitik beratkan pada jurusan-jurusannya, tapi lebih ke bebas untuk memilih suatu mata kuliah yang mau kita pelajari sesuai dengan apa yang kita butuhin dan minatin, otomatis kalau udah kaya gitu kualitas para lulusan bakal jauh lebih produktif ketik turun ke masyarakat. ibaratnya gini loh, loe bakal ngerasa enjoy dan ilmunya ngena dengan sesuatu hal yang bener-bener loe cari dan butuhin, bukan dengan sesuatu hal yang loe dapet gitu aja.
gue juga jadi bingung sama diri gue sendiri, seharusnya diri gue sendiri-lah yang tau apa yang gue mau.

Terlalu plin-plan kah gue ? atau memang banyak banget hal yang pengen gue pelajari dan dapetin ? sehingga gue ngga bisa dengan mudah netapin tujuan pada satu jurusan ....
sejujurnya banyak banget hal yang gue suka, tapi banyak juga hal yang gue ngerasanya masih kurang banget dalam diri gue, bahkan jauh tertinggal dari orang-orang disekitar gue.
mungkin jawaban terbaiknya adalah pelajari hal sebanyak mungkin kali yaa ?
gue juga jadi mikir lagi, kenapa program pemerintah ketika SMA menetapkan jurusan IPA dan IPS ...
bukan apa-apa, gue cuma ngerasa aja dari situ justru tujuan setiap murid jadi lebih dipersempit.
salah-satunya gue ...gue waktu SMA ngambil jurusan IPA, tapi bukan berarti gue ngga tertarik sama mata pelajaran IPS, dan justru dari penjurusan ini gue ngerasa belajar yang sesungguhnya jadi kurang.

dengan penjurusan ini kita jadi harus ninggalin salah-satu bidang ilmu dan memaksa kita untuk fokus pada satu bidang ilmu. Gue rasa penjurusan IPA dan IPS ditingkat SMA kurang cocok dan pas. Kenapa ? karena untuk belajar itu sendiri, seharusnya kita bebas untuk mempelajari banyak hal tanpa ada batasan dari penjurusan itu sendiri. Oke ...mungkin ngga masalah lah dengan orang-orang yang mau belajar secara otodidak, tapi untuk orang yang hanya terpaku pada apa yang dipelajari di sekolah gimana ?
menurut gue sih seharusnya untuk masalah penjurusan itu lebih baik pas tingkat kuliah aja. kita juga tau kalau ngga semua siswa-siswi yang setelah lulus bisa lanjut ke jenjang universitas kan ?

Ok ...ngga masalah lah dengan gue yang ngambil jurusan IPA karena toh bisa pindah jurusan ke IPS ketika kuliah nanti. tapi yang jadi pertanyaan adalah ....apa bisa semudah itu dari IPA pindah ke IPS ? sementara udah selama 2 tahun belajarnya fisika, kimia, biologi ....
bisa sih, palingan loe harus belajar sendiri. terus apa gunanya waktu selama 2 tahun loe pake buat belajar fisika, kimia, biologi kalau ujung-ujungnya loe harus pindah jurusan buat pelajarin sosiologi, geografi, dan ekonomi, dalam artian loe harus ngulang lagi dari awal. maksud gue disini adalah untuk menyampaikan pendapat soal penjurusan tersebut, mudah-mudahan pemerintah bisa merombak kembali sistem pendidikan dalam negri ini, salah-satunya dengan menghapus penjurusan tingkat SMA, mungkin lebih tepatnya penjurusan hanya ditingkat perguruan tinggi aja. tujuannya juga agar siswa bisa bebas memilih apa yang mereka mau tanpa harus meninggalkan hal yang harus mereka pelajari ....

Ini soal pendidikan bukan soal diskriminasi ...
artinya bahwa bidang pelajaran IPA dan IPS suatu hal yang ngga bisa dipisahin gitu aja, keduanya saling berhubungan dan berperan penting masing-masing untuk kehidupan di masa yang akan datang ....
gue juga suka miris kalau denger ucapan temen gue yang dari jurusan IPS, katanya dia bilang, buat apa-lah gue belajar fisika, kimia, biologi, kan gue mah jurusan IPS ....
coba pikir ulang sob, apakah nanti kehidupan di masa depan hanya fokus sama masalah sosial aja ? mau ngga mau juga kita harus tau soal kesehatan yang ada kaitannya dengan biologi, bagaimana suatu proses alam bisa terjadi karena adanya kaitan itu sendiri dengan fisika, begitu-pun sebaliknya yang ngambil jurusan IPA, mau ngga mau dia harus juga yang namanya bersosialisasi dengan masyarakat, tau masalah ekonomi, politik, dan lain sebagainya dalam kehidupannya nanti.

semoga masalah yang satu ini diperhatikan oleh pemerintah, karena lambat laun bisa berdampak buruk pada paradigma/pandangan si orang yang melakukan kegiatan belajar tersebut jika tidak mengerti dan memahami dengan baik. tujuannya mungkin baik supaya siswa bisa fokus pada satu bidang buat ngambil jurusan di perguruan tinggi nanti. Tapi dengan adanya penjurusan tingkat SMA tersebut, kita sebagai siswa jadi stuck sama apa yang udah kita ambil. toh pada akhirnya ternyata jurusan ngga selalu sesuai dengan profesi yang nantinya kita dapet (itu kata salah-satu guru gue loh hehe ....).

dan juga semoga sistem pendidikan di tingkat perguruan tinggi dalam negri bisa setara dan sama dengan sistem pendidikan perguruan tinggi di luar negri. dan yang pasti juga merubah paradigma lulusan kuliahnya yang siap kerja menjadi lulusan kuliahnya yang siap jadi top-top Leader.

salam Pendidikan ....


Sabtu, 11 Januari 2014

Tahukah Kamu ....

Ada suatu hal yang sebenernya ngga sempet aku bilang sama kamu ....
hari dimana kita ngga sms dan nanya kabar satu-sama lain, hari dimana kita udah ngga telponan tiap malem berjam-jam, dan hari dimana kita khawatir tanpa ada kabar satu-sama lain.

sejujurnya ini semua memang salah aku, bukan kamu yang egois, tapi aku ....
sampai kapan-pun aku sebagai seorang laki-laki ngga bisa dengan paksa dan mudahnya meluruskan sebuah tulang rusuk, hal itu malah akan buat kamu patah dan hancur ...
sekarang aku sadar ....

pada hari itu ....
hari dimana sebelum kamu ngabarin sama aku, kalau kamu bakal tunangan sama calon dari mamah kamu, entah ini memang suatu tanda yang Tuhan kasih buat aku, atau cuma sebuah kebetulan ....
yang pasti, seperti biasa dengan senyum kamu yang manis dan buat hati aku jadi ngerasa nyaman, kamu hadir dalam mimpi aku ....

bukan mimpi ketika malam hari sedang nyenyak terlelap dalam tidur ...
tapi mimpi di pagi hari, ketika aku tertidur tanpa sengaja ....
kamu datang, seolah nyata hadir ....semuanya ngga berasa dalam mimpi sama sekali, dan untuk terakhir kalinya sebelum mimpi itu buat aku bangun, kamu manggil nama aku, yaa ...nama sayang yang sering kamu sebut buat aku ....
seketika itu juga aku terbangun ....bangun sebangun-bangunnya, bukan cuma bangun dalam artian fisik, tapi juga hati dan pikiran aku tentang kamu ...

dan pada akhirnya kabar itu datang ....
masih ingatkah kamu dengan semua kenangan indah yang pernah kita lalui bersama ? apa artinya itu semua buat kamu ? buat aku, itu semua sangat berarti ...
kalau Tuhan menyuruh aku menukar setengah bagian hidup aku buat kembali ke semua kenangan indah itu, aku bakal lakuin itu semua, iya ...kalau perlu semua bagian hidup aku, aku tukar dengan semua kenangan indah itu ....

apa kabar kamu sekarang disana ? dengan mudahkah rasa cinta kamu hilang saat ini ?
semua kenangan kita ?

Tuhan sudah memberikan semua kenangan indah itu untuk kita berdua ....
mungkin itu cara yang Tuhan kasih karena harus memisahkan kita dengan cara seperti ini pada akhirnya ...
Hari terakhir dimana aku datang ...masih ingatkah ?
andai kamu tahu, bahwa saat itu aku mencoba untuk memperbaiki semuanya, tapi pada akhirnya takdir memang berkata lain untuk kita berdua ....

kamu benci sama aku ....
semudah itukah kamu merubah perasaan cinta itu jadi sebuah kebencian ? sampai-sampai disaat terakhir aku ada buat kamu, kamu memilih untuk tidak menemui aku ....
entah Tuhan mau memberikan kesempatan lagi untuk kita berdua atau enggak, tapi yang pasti semua kenangan kita bersama bakal aku simpan di tempat paling spesial didalam hati ini ....

waktu masih terus berjalan tanpa pernah mau mentolerir makhluk yang sedang menjalani waktu, begitu juga dengan perasaan aku, kamu, dan kita ....
yang pasti aku bersyukur Tuhan mau menghadirkan kamu buat aku, perasaan ini, dan semua kenangan indahnya ....

dan ....
aku masih percaya ....
bahwa cinta sejati itu ada ....

Jumat, 10 Januari 2014

Move On dan Harapan

Akhirnya hari-hari jomblo bakal gue jalanin lagi ....
itu artinya, gue bakal kembali bebas ngejalanin setiap waktu yang gue punya untuk ngelakuin banyak hal yang gue suka ...
gue ngga mau karena putus ini, malah bikin hari-hari gue jadi berantakan. lagian juga ini bukan akhir dari segalanya, tapi ini semua awal dari segala hal hebat yang bakal gue dapet dan jalanin.
Mendapatkan hal yang baru, harus siap juga buat meninggalkan hal yang lama.

seperti yang udah gue pernah tulis di tulisan gue sebelumnya, bahwa gue untuk sementara waktu, sedang menjalani hari-hari gue bukan sebagai jomblo, dan itu untuk sementara waktu. pada akhirnya gue sekarang balik lagi jadi jomblo ....

jelas gue kangen dengan ke-jombloan gue ....
sekarang loe udah balik jadi seorang jomblo, nah terus apa yang bakal loe lakuin ?
yang jelas banyak banget hal yang pengen gue lakuin dan wujudkan dari dunia khayal gue ini, ke dunia nyata.
seperti misalnya, gue pengen banget yang namanya nulis dan nerbitin buku, udah itu gue pengen bisa ngejar target buat masuk Universitas yg gue mau, gue juga pengen punya kesempatan ngasah kemampuan vocal gue dengan main band dan tampil di panggung-panggung indie bareng temen-temen gue, terus gue juga pengen yang namanya berbisnis.

Jomblo itu indah lagi, gue ngga tau maksudnya gue ini mencoba menghibur diri gue sendiri atau apa, tapi yang pasti, terkadang loe harus bisa terus berjalan pada kenyataan. Move on itu sulit, tapi loe emang harus move on. putus bukan akhir dari hidup loe. coba loe pikir, dulu sebelum loe ketemu sama orang yang loe sayang, loe masih bisa ngejalanin hari-hari loe seperti biasa dan normal-normal aja kan ? Nah, terus kenapa sekarang loe harus ngerasa hari-hari loe berat banget buat loe laluin ....

semua emang kembali sama diri loe sendiri, tinggal sekarang gimana caranya loe bersikap dan bertindak ....
ada 7 hari dalam se-minggu, ada 30 hari dalam se-bulan, dan ada 365 hari dalam se-tahun ....
banyak banget waktu dan pastinya kesempatan yang ngga boleh loe sia-siain gitu aja.

intinya gue tau apa yang harus gue lakuin, dan semoga sesuai dengan apa yang gue mau .....

© Somplaaak travelleR
Maira Gall